Muh. Darwis: Saya Ingin Menjadi Bagian dari Sejarah Baru Papua

NABIRE –Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nabire, Drs. Hj. Muhammat Darwis yang kini menjadi Calon Wakil Bupati Nabire berpadangan dengan  alon Bupati Kabupaten Nabire, Yufinia Mote, S.SiT. ini menjelaskan alasan mengapa dirinya menolak lamaran menjadi calon wakil cari kandidat laki-laki dan menerima permintaan dari calon kandidat perempuan, yakni Calon Bupati Kabupaten Nabire, Yufinia Mote, S.SiT.

“Sudah 12 kali saya diminta oleh sejumlah pasangan laki-laki tetapi saya tolak. Saat saya diminta oleh seorang ibu, mama, saya berpikir dan saya putuskan untuk ikut menjadi wakilnya dalam Pilkada Nabire 2020.”

“Alasan saya adalah saya ingin menjadi bagian dari pada sejarah baru di Papua khususnya di Kabupaten Nabire ini.”

Tokoh pengaruh di Nabire ini menjelaskan, “Perempuan bukan lagi kalangan yang harus di marjinalkan dan mereka punya potensi yang harus kita bangkitkan, maka saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan mimpi-mimpi ibu menjadi pimpinan daerah kabupaten ini, agar beliau menjadi inspirator bagi wanita-wanita muda untuk mulai menata diri bahwa perempuan bukan lagi kaum termarjinalkan dan mereka punya kesempatan,” kata Darwis.

“Selagi mereka mempersiapkan dirinya untuk sukses, karena kita sama depan hukum, kita sama di hadapan Tuhan, maka hanya orang-orang yang mempersiapkan dirinya, dengan bersungguh-sungguh menggali potensi yang ada dalam dirinya akan sukses,” katanya.

“Kita berharap ke depan, dengan kemenangan ibu Yufinia akan banyak perempuan Papua yang mulai terjun ke dunia politik untuk menjadi bagian dari pembangunan daerah kabupaten Nabire yang kita cintai ini dan Papua, dan itu dimulai dengan ibu Yufinia Mote,” kata Darwis.

Oleh karena itu, kata Darwis, “Saya telah ada di Nabire ini hampir seluruh hidup saya. Saya tahu dan paham kemajuan yang terjadi dalam cara berpikir orang Papua di Nabire, pemikirannya sudah maju. Mereka, khususnya laki-laki Mee pasti mendukung perempuan. Mereka ingin melihat saudara perempuan mereka ukir sejarah. Saya ikut membantu wujudkan sejarah itu. Itu saya yakin,” kata dia. ***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: